Ada Lovelace, Programmer Wanita Pertama Pengubah Dunia

Jika berbicara tentang komputer atau pengubah dunia terutama teknologi, nama-nama yang muncul di fikiran kita adalah Steve Jobs, Bill Gates, Mark Zuckerberg, Larry Page, Elon Musk dan lain-lain. Begitu juga ketika kita melihat lebih jauh lagi ke jaman sebelum adanya komputer, maka muncullah nama-nama penemu komputer pertama di dunia seperti Charles Babbage atau Alan Turing.

Tak bisa dipungkiri bahwa memang kebanyakan yang berkiprah dan berprestasi di dunia teknologi adalah pria. Meski begitu tidak menutup kemungkinan wanita untuk terjun ke dunia teknologi, bahkan banyak yang menduduki posisi berpengaruh, seperti CEO Yahoo Marissa Mayer, COO Facebook Sheryl Sandberg, dan banyak lainnya yang minim publikasi, salah satunya adalah Ada Lovelace.

Programmer Wanita Pertama Pengubah Dunia

Siapa Ada Lovelace? namanya memang tidak setenar Marissa Mayer atau Sheryl Sandberg, namun dialah Programmer Wanita Pertama Pengubah Dunia yang layak mendapat tempat di hati para penggila teknologi saat ini. Meskipun namanya tenggelam, namun Ada mempunyai peranan penting dalam penemuan komputer mekanika pertama di dunia.

Augusta Ada King, Countess of Lovelace

Lahir pada December 1815 dengan nama Augusta Ada Byron dan sekarang dikenal dengan nama Augusta Ada King, Countess of Lovelace atau Ada Lovelace. Ada adalah anak satu-satunya Annabella dan Lord Byron, seorang penyair terkenal masa itu. Namun Ada sendiri tak pernah mengenal ayahnya sebab pernikahan ayah dan ibunya sangat singkat. Hal itu diperburuk dengan kondisi Ada yang sering sakit-sakitan. Ia pernah lumpuh selama hampir setahun dan harus berjalan menggunakan kruk pada 1831.

Sejak kecil, Annabella melatih anaknya untuk lebih sering menggunakan otak kirinya agar tidak mengikuti jejak karir ayahnya. Hal itu didukung dengan kegemaran Ada terhadap bidang matematika. Saat berusia 17 tahun, kemampuan Ada dalam bidang tersebut mulai terlihat. Salah seorang guru Ada, Augustus De Morgan, sampai meminta agar ia lebih diarahkan ke bidang tersebut karena De Morgan melihat ada bakat istimewa dalam diri Ada.

Karier

Ada Byron saat berumur 17 tahun (1832)

Saat berumur 17 tahun, Ada bertemu dengan Charles Babbage, yang saat ini kita kenal dengan panggilan “The Father of the Computer”. Saat itu Babbage adalah seorang ahli matematika dan juga seorang penemu, dan mengajari matematika kepada Ada. Saat Babbage menciptakan “Difference Engine” yang mampu melaksanakan operasi matematika, Ada sangat terkesan dan tertarik dengan ide-ide Babbage. Sebaliknya, Babbage juga kagum dengan intelektual dan bakat menulis Ada. Babbage bahkan memberikan julukan “The Enchantress of Numbers” pada Ada. Keduanya pun lantas menjalin kerjasama.

Tahun 1835 Ada Lovelace menikah dengan William King. Sementara disibukkan dengan kehidupan rumah tangganya, Charles Babbage mempersiapkan rencana untuk menciptakan alat lain yang bernama “Analytical Engine” yang mampu melaksanakan operasi matematika yang lebih kompleks. Dalam hal ini, peran besar Ada adalah menerjemahkan artikel Luigi Menabrea, seorang matematikawan Italia.

Ada tidak hanya menerjemahkan tulisan tersebut ke dalam Bahasa Inggris, Ia juga menambahkan pemikiran dan ide-idenya tentang mesin tersebut. Hasil terjemahannya berakhir menjadi tiga kali lebih panjang daripada naskah aslinya. Hasil tulisannya diterbitkan pada tahun 1843 dalam sebuah jurnal sains Inggris. Ada menggunakan inisial “A.A.L” (Augusta Ada Lovelace) dalam publikasinya.

Dalam tulisannya, Ada mendeskripsikan bagaimana kode bisa diciptakan untuk mesin agar bisa menangani huruf dan simbol bersamaan dengan angka. Ia juga menteorikan metode untuk mesin agar bisa mengulangi beberapa instruksi, sebuah proses yang sekarang kita ketahui dengan istilah loop. Atas pekerjaannya ini Ada dikenal sebagai programmer komputer pertama di dunia. Ada juga sempat mencoba mengembangkan perhitungan matematika untuk memenangkan perjudian namun sayangnya usahanya gagal.

Kematian

Kanker rahim dan pendarahan yang dideritanya membuat Ada meninggal dunia pada 27 November 1852 di usia 36 tahun, yang membuat Ada gagal melanjutkan pengembangannya seputar dunia komputer. Atas kontribusinya, pada 1980 Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamai bahasa pemrograman komputernya dengan nama “Ada” sebagai penghormatan pada Ada. Selain itu, British Computer Society pada 2008 rutin menggelar kompetisi ilmu komputer bagi siswa perempuan secara rutin tiap tahunnya dan menamai medalinya dengan nama “Ada”. Setiap pertengahan Oktober, digelar acara “Ada Lovelace Day”, sebuah acara yang bertujuan untuk mengingkatkan kemampuan perempuan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika.

Begitulah kisah hidup seorang Ada Lovelace, Programmer Wanita Pertama Pengubah Dunia. Bayangkan apabila tidak ada beliau, mungkin Charles Babbage tidak akan pernah menyelesaikan komputer pertamanya. Jika beliau tidak pernah menyelesaikannya, mungkin saja teknologi-teknologi yang sekarang kita pakai tidak akan pernah ada.

Pria dan wanita memang diciptakan berbeda dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dalam hal ini Ada Lovelace menunjukkan kelebihannya di bidang teknologi, khususnya pada algoritma pemrograman. Begitu juga jika anda seorang wanita Indonesia, jangan pernah takut dan minder untuk menunjukkan kelebihan anda kepada dunia, Selamat hari Kartini :)